June 28, 2022

Premium dan Pertalite Akan Dihapus, Ini Dia Penjelasannya

Premium dan Pertalite merupakan dua jenis bahan bakar yang cukup sering digunakan di tengah masyarakat. Baru-baru ini pemerintah menyatakan jika kedua BBM tersebut akan dihapus mulai tahun 2022. Adanya kabar jika premium dan pertalite dihapus cukup membuat resah masyarakat di Indonesia terutama para pengguna kendaraan bermotor. 

Hal ini sudah disampaikan langsung oleh kementerian ESDM melalui website resminya. Penghapusan jenis BBM tersebut bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan jenis BBM yang ramah lingkungan. Diketahui jika BBM yang ramah lingkungan memiliki nilai oktan di atas 91. 

Sementara itu, premium memiliki oktan sebesar 88 dan pertalite sebesar 90. Dapat dikatakan saat ini merupakan masa transisi menuju penghapusan BBM tersebut dan diganti dengan BBM yang lebih ramah lingkungan. Tentu harapan pemerintah untuk program ini ialah ingin mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan bakar. 

Pertamax Ramah Lingkungan

Jenis BBM yang cukup ramah lingkungan ialah Pertamax karena memiliki nilai oktan sebesar 91 hingga 92. Hal ini sesuai dengan syarat jenis BBM yang ramah lingkungan Karena memiliki nilai oktan lebih dari 91. Secara tidak langsung jika Premium dan Pertalite dihapus sementara masyarakat dapat menggunakan Pertamax

Jenis bahan bakar dengan nilai oktan dibawah 90 ternyata hanya ada di Indonesia. Beberapa negara di Asia tenggara bahan bakar yang tersedia memiliki nilai oktan mulai dari 90 dan 91. Bahkan di Malaysia sudah menjual bahan bakar dengan nilai oktan sebesar 97 sehingga memiliki kandungan dan hasil emisi karbon yang lebih ramah lingkungan. 

Penghapusan Bertahap 

Nah, masih ada kabar gembira dari program penghapusan ini karena prosesnya akan dilakukan secara bertahap. Itu artinya dalam jangka waktu tertentu Anda tetap bisa menggunakan bahan bakar tersebut dalam jumlah yang terus dikurangi. Premium akan terlebih dahulu hapus sehingga masyarakat akan beralih pada Pertalite

Berikutnya Pertalite dihapus sehingga masyarakat bisa beralih ke jenis Pertamax. Pada proses peralihan dari Premium ke Pertalite maka gas emisi karbon dapat diturunkan hingga 14%. Kemudian pada peralihan Pertalite ke Pertamax emisi karbon yang bisa diturunkan mencapai 27%. 

Hal ini sangat sejalan dengan tujuan pemerintah yang ingin menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Angka penurunan emisi karbon dalam proses peralihan tersebut sudah cukup baik dan tentunya dapat mengurangi polusi. Jika penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sudah benar-benar diterapkan angka penurunannya tentu akan lebih besar. 

Perbandingan Harga 

Kesamaan nilai oktan tidak mempengaruhi harga jual bahan bakar untuk masyarakat. Misalnya saja BBM yang dijual di Malaysia memiliki nilai oktan yang setelah dengan Pertamax Turbo. Bahan bakar tersebut dijual seharga RM 2,75 atau setara dengan Rp. 9.342. Di Indonesia sendiri Pertamax Turbo memiliki harga sebesar Rp. 12.300 per liternya. 

Dari perbandingan harga tersebut tentu sudah terlihat jika harga dari bahan bakar di Indonesia cenderung lebih mahal meskipun nilai oktan yang dimiliki bahan bakar tersebut hampir sama. Meski begitu, Pemerintah tetap berupaya memberikan sanksi terbaik di saat Premium dan Pertalite dihapus

Kabarnya pemerintah sedang mengupayakan penyediaan bahan bakar dengan harga yang lebih murah namun tetap ramah lingkungan dan dijual dengan harga mulai dari Rp. 5.000. Hal ini masih dalam tahap penelitian dan masih dipertimbangkan oleh berbagai pihak. 

Menyikapi program penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite masyarakat Indonesia dihimbau untuk tetap memantau perkembangannya dan tidak perlu terlalu panik. Pemerintah berusaha menyiapkan solusi terbaik untuk program ini. Saat Premium dan Pertalite dihapus maka masyarakat tetap bisa diuntungkan dan tujuan pemerintah bisa terealisasi.